Showing posts with label Human interest. Show all posts
Showing posts with label Human interest. Show all posts

Friday, April 8, 2016

Ku bilang, mereka adalah harta terindah


Hari ini seperti biasa mereka selalu banyak tanya. Dan aku suka. 

"Mbak, bagaimana menghadapi kedua orang tua yang sedang tidak harmonis"

Sunday, April 3, 2016

Santun Dalam Berteman, Lebih lebih dalam bertetangga


Adalah menjadi hal yang sudah bisa ditebak kemana arah obrolan jika satu grup itu terdiri dari ibu ibu muda, pengantin baru, calon pengantin, daan Jombloh. Pasti status terakhir adalah status mengerikan yang bakal jadi tempat jatuhnya bullying tanpa henti yang bahkan kadang tidak sanggup menjawab pertanyaan menderaa dari partner yang lain.-MIRIS-

Wednesday, May 6, 2015

Happiness for sale


Setelah puas termehek-mehek menonton movie Happiness for sale, jadi ingin menuliskan tentang masa anak-anak.

Masa anak anak adalah mutiara, dimana rasa tak bersalah dan tanpa beban menyeruah menghiasi hari-hari. Tentang ayo memuji, memang benar rasanya memuji adalah salah satu cara agar kita bisa diterima menjadi teman baik oleh lingkungan sekitar kita.

Jadi ingat dulu, saat Sekolah Dasar. Aku memang tak terlalu pandai bergaul dengan teman-teman sekelas. Bukan karena apa, tapi karena teman-teman sekelasku saat itu stylish, dan suka ngegeng, aku tak paham obrol dengan mereka. ha ha ha.. Adakalanya aku berteman dengan salah seorang dari mereka yang pendiam, atau kadang mereka juga ada yang ingin berteman karena aku punya mainan. #haha anak anak.
Adakalanya juga mereka menjauh dariku, menghampiri anak yang memiliki lebih banyak mainan.

Sunday, February 8, 2015

Nelayan

Adalah hal yang membahagiakan saat kita, lengkap dengan apa yang kita pernah ceritakan kepada seseorang, ternyata masih diingat setiap detailnya.
Sekitar beberapa bulan lalu, aku mengarungi pulau ini, bersama seorang bapak nelayan. Kami bercerita hangat, aku tak banyak ingat apa yang kami ceritakan, karena aku selalu melakukan hal yang sama saat bertememu orang, agar suasana tak KAKU.
Hari ini, aku mengunjungi pulau ini lagi. Bahkan aku tak ingat bagaimana rupa bapak nelayan itu, obrolan seperti apa akupun juga lupa. Ada seorang nelayang yang mendamparkan perahunya disamping pulau ini, aku dan kawan-kawanku yg menyusuri pesisir pantai, tiba tiba bapak itu menyapa dan bertanya kepada awanku yang paling ujung depan, apakah aku juga ikut rombongan, dengan penuh hangat, nama, tempat kerja dan setiap detail yang aku ceritakan.
Ahh, ada rasa senang tersendiri. Masih saja ada yang mengingatku. Dan masih saja ada yang bertanya tentang keberadaanku.
Begitulah, alangkah bahagianya jika setiap kita berpijak, kita membagi kehangatan dengan mereka.
#Nelayan#Mengare#Gresik
8 Feb 2015